oleh

Sosio-Puasa | Hari Ke-8/9 : MAKHLUK PERGI-PULANG

–000–

Pulang: Rekonstruksi Identitas dan Kohesi Sosial

“Pulang” dalam konteks Maluku Utara di bulan puasa memiliki tiga dimensi utama yang saling berkelindan:

Pertama, Dimensi Sosiologis :The Return to Roots

Pulang adalah mekanisme pertahanan budaya. Di tengah arus modernisasi di kota-kota besar, kembali ke kampung halaman di Maluku Utara saat Lebaran adalah upaya menegaskan kembali identitas “kimalaha” atau kekeluargaan yang erat.

Baca Juga  SATU LANGIT, DUA INTERPRETASI

Kedua, Dimensi Ritual

Partisipasi dalam ritual lokal, seperti penyalaan obor (Ela-Ela) pada malam ke-27 Ramadan, berfungsi sebagai penguat kohesi sosial.

Secara ilmiah, ini adalah bentuk kolektivitas simbolik yang menyatukan masyarakat yang setahun penuh terfragmentasi oleh jarak geografis.

Puasa secara esensial adalah perjalanan internal.

Jika “pergi” adalah eksternalisasi diri,– maka “pulang” adalah internalisasi. Masyarakat Maluku Utara memanifestasikan kepulangan fisik sebagai simbol kepulangan batin menuju fitrah (kesucian).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *