oleh

Pengamat Pertanyakan Dana Komunikasi Rp.11 Miliar Gubernur Sherly: Demokrasi atau “Gubernur Sejuta Buzzer”

-HEADLINE-633 Dilihat

“Kita tidak ingin demokrasi lokal berubah menjadi teater digital yang dikendalikan oleh buzzer dan kepentingan bisnis elite,”ujar Malik mengingatkan.

DPRD Maluku Utara pun didesak untuk segera memanggil Gubernur Sherly dan meminta penjelasan terbuka soal rincian penggunaan dana komunikasi tersebut. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk meredam kecurigaan publik dan mengembalikan kepercayaan terhadap pemerintahan daerah.

Baca Juga  Gempa Dahsyat Melanda Ternate, Rumkit Dharma Ibu Sampai Evakuasi Pasien Ke Ruang UHD

“Kalau tidak ada penjelasan yang masuk akal, maka wajar jika publik menilai bahwa anggaran ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan,”tukas Malik.

Menutup pernyataannya, A.Malik Ibrahim menggarisbawahi bahwa di tengah krisis kepercayaan publik terhadap elite politik, transparansi anggaran bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama demokrasi. “Ketika dana publik digunakan untuk membungkam kritik, maka yang lahir bukanlah pemerintahan, melainkan propaganda”pungkasnya.

Baca Juga  Pejabat Daerah dan Pusat Ikut Nonton, Pertunjukan Monolog Pahlawan Nasional Jejak Perjuangan Dari Kie Raha Siap Guncang XXI Jati Land Ternate

Semetara itu, Rahwan K.Suamba, juru bicara Pemprov Malut yang dikomfirmasikan hal ini tidak menanggapainya***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *