oleh

Mukhtar Adam Soroti Pemprov Malut: “Malut Tak Sejalan dengan Arah Kebijakan Prabowo”

-HEADLINE-915 Dilihat

Ia menambahkan, kebijakan pembangunan di daerah kepulauan seperti Maluku Utara tidak bisa hanya mengikuti teori pembangunan ala Barat seperti konsep growth center atau multiplier effect yang berfokus pada pusat pertumbuhan.

“Model itu tidak cocok di negara kepulauan dengan 6.000 pulau berpenghuni. Pemerataan tidak bisa lahir dari pusat-pusat pertumbuhan semata,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Sherly Blunder di Banemo

Prabowo dan Jalan Baru Pembangunan Nusantara

Mukhtar melihat Prabowo mencoba mencari “jalan baru pembangunan Nusantara” — bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi memperkuat mutu manusia dan kemandirian ekonomi rakyat di pulau-pulau kecil.

“Prabowo tidak sedang meniru teori Barat, tapi sedang membangun paradigma baru — bahwa kekuatan bangsa ini ada pada manusianya, bukan pada modal atau pusat-pusat pertumbuhan,” ujarnya.

Baca Juga  “Jangan Negosiasikan Uang Rakyat”: Muslim Arbi Sorot Isu Tawar-Menawar Denda Rp500 M PT Karya Wijaya

Namun, katanya, “jalan baru” itu hanya bisa berhasil jika didukung pemerintah daerah.
“Tanpa dukungan daerah, keikhlasan Prabowo akan terhenti di pusat kebijakan. Padahal anak-anak Maluku Utara sedang menunggu bukti, bukan janji,” tutup Mukhtar.

Catatan Redaksi:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas Prabowo–Gibran dengan sasaran anak sekolah dan ibu hamil.

Baca Juga  Ketum DPP Partai Golkar Buka Musda DPD Partai Golkar Malut, Alien Kembali Nakodai Beringin Malut

Koperasi Merah Putih bertujuan memperkuat ekonomi rakyat berbasis pulau dan sumber daya lokal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *