Ternate — Ekonom Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Mukhtar Adam, menilai Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum menunjukkan dukungan nyata terhadap dua program prioritas nasional Presiden terpilih Prabowo Subianto, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.Menurutnya, ketiadaan alokasi anggaran daerah yang mengarah pada dua program tersebut dalam Rancangan APBD 2026 menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan pusat dan daerah.
“Sayangnya, keikhlasan Prabowo yang pernah disinggung Gus Dur, justru tidak tercermin dalam RAPBD Maluku Utara. Seolah Pemprov berjalan di jalur lain yang terpisah,” ujar Mukhtar dalam keterangan tertulis di Ternate, Jumat (31/10).
Dari Gus Dur ke Prabowo: Uji Ikhlas dalam Kebijakan
Mukhtar membuka analisanya dengan mengutip kembali pandangan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pernah menyebut Prabowo sebagai “orang paling ikhlas terhadap bangsa ini.”
Pandangan itu, kata Mukhtar, kini diuji bukan dalam retorika, melainkan dalam kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil.
“Uji keikhlasan itu ada pada kebijakan nyata. Dan dua program Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Merah Putih menjadi dalil ikhlas ala Gus Dur dalam hipotesa Prabowo,” tuturnya.
Program Makan Bergizi Gratis: Ujian Gizi, Ujian Komitmen
Menurut Mukhtar, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Prabowo tidak sekadar soal makanan anak sekolah, tapi tentang mutu modal manusia — pondasi utama pembangunan bangsa.
“Masalah bangsa ini bukan kekurangan sumber daya alam, tapi rendahnya mutu modal manusia. Program MBG adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan bangsa,” jelasnya.








Komentar