TERNATE — Kawasan gugus pulau SUBA’TA—yang mencakup Kabupaten Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut—dinilai menghadapi ketimpangan pembangunan yang semakin tajam, meski berada di antara dua provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di kawasan timur Indonesia.
Ekonom Universitas Khairun Ternate, Mukhtar Adam, menegaskan bahwa secara geografis keempat wilayah ini saling berdekatan dan memiliki keterkaitan sosial, ekonomi, hingga infrastruktur. Namun ironisnya, secara fiskal dan pembangunan, kawasan ini justru tertinggal dibanding daerah lain di provinsinya masing-masing, yakni Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.
Menurut Mukhtar, kondisi ini mencerminkan kegagalan pendekatan pembangunan nasional yang belum sepenuhnya berpihak pada karakter negara kepulauan seperti Indonesia.
“Negara ini mengakui diri sebagai negara kepulauan, tetapi praktik pembangunannya masih berorientasi daratan. Ini bentuk pengabaian terhadap wilayah pulau dan gugus pulau,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut pendekatan pembangunan yang terlalu berorientasi pada pulau besar sebagai “penyimpangan” dari semangat Nusantara, yang seharusnya menyatukan pulau-pulau dalam satu kesatuan ekonomi dan sosial.








Komentar