TERNATE —Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dinilai bikin blunder di forum pertemuan rekonsiliasi dengan warga masyarakat Desa Banemo.
Bermula Sherly yang didampingi Ikram Malan Sangadji, Bupati Halteng tampil menyampaikan sambutan yang diharapkan semakin memperkuat rekonsiliasi yang telah terbangun.
Alih-alih memperkuat rasa damai, kehadiran Sherly malah bikin blunder.Sherly dinilai bukan hadir memberikan rasa nyaman tetapi bak penyidik atau hakim yang mencari tersangka atau terpidana kasus konflik Banemo -Sibenpopo.Masyarakat bukanya merasa nyaman tetapi terancam.
Seperti terekam dalam vidio yang diposting Muhammad Ahmad di laman Faccebook nya, Sherly berulangkali melontarkan pertanyaan bernada interogatif :”siapa yang salah ? Siapa yang bunuh ? Sebuah narasi yang bagi warga terasa seperti upaya menggiring pengakuan, bukan membangun kepercayaan.
“Transisi dari harapan damai ke kekecewaan publik terjadi cepat”ujar sumber media ini menilai.
Di video warga net Muhammad Ahmad, Gubernur Sherly terekam :
“Lia dong pe rumah abis bagitu sedih ka tarada, kenapa bisa begitu aaa sapa mau pengakuan dosa ada tidak, Sapa yang salah, ada yang salah tidak, aaa udara yang salah, sapa yang salah, sapa yang salah”ujar Sherly dalam sambutannya.
”Gubernur deng bupati yang salah”, pertanyaan ini dibalas warga “iyoo” koor warga.
Sherly melanjutkan : “iya sapa yang salah, sapa yang paling salah” pertanyaan Sherly itu dibalas warga “pemerintah yang salah”
Terkesan kuat masyarakat tidak ingin disalahkan bahkan berbalik menyalahkan pemerintah.AbduRahim Saraha dalam artikelnya yang diterbitkan media ini mengungkapkan bahwa konflik bermula dari rasa ketidakadilan masyarakat atas insiden pembunuhan berulan yang menimpa warga Banemo.
Selanjutnya : Sherly melontarkan “ yang mara -mara kamuka tu bapak-bapak ka ibu-ibu — dibalas warga dengan kata “samua”
lanjutnya : ”mana bapak-bapak yang kamuka yang mana yang sana ka yang sini (sambil menunjuk dengan jari telunjuk tangan kiri kearah warga, sapa yang marah kamuka” kembai di balas menohok oleh warga “samua”
Sherly kemudian menyampaikan pertanyaan “pigi serang sana karena bukti ka karena katanya, buktinya apa, sapa yang bunuh, sapa yang bunuh ahh ada yang tau tidak sapa yang bunuh, ada yang tau ? belum tahu kenapa pigi serang sana (sibenpopo) sapa yang mau jawab, serang sana karena ada bukti atau karena katanya, aa bukti atau katanya, boleh tidak berbalas sesuatu tanpa bukti itu boleh tidak,boleh tidak adik mana adik kecil sini, sini adek kecil sini abis ini ibu kasih hadiah”demikia rekaman sambutan Gubernur Sherly Tjoanda”ucap sherly melontarkan pertanyaan bak penyidik atau hakim itu.
Lontaran narasi ala menghakimi ini menuai kecaman luas termasuk warga net.









Komentar