Ia menambahkan, kebijakan pembangunan di daerah kepulauan seperti Maluku Utara tidak bisa hanya mengikuti teori pembangunan ala Barat seperti konsep growth center atau multiplier effect yang berfokus pada pusat pertumbuhan.
“Model itu tidak cocok di negara kepulauan dengan 6.000 pulau berpenghuni. Pemerataan tidak bisa lahir dari pusat-pusat pertumbuhan semata,” ujarnya.
Prabowo dan Jalan Baru Pembangunan Nusantara
Mukhtar melihat Prabowo mencoba mencari “jalan baru pembangunan Nusantara” — bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi memperkuat mutu manusia dan kemandirian ekonomi rakyat di pulau-pulau kecil.
“Prabowo tidak sedang meniru teori Barat, tapi sedang membangun paradigma baru — bahwa kekuatan bangsa ini ada pada manusianya, bukan pada modal atau pusat-pusat pertumbuhan,” ujarnya.
Namun, katanya, “jalan baru” itu hanya bisa berhasil jika didukung pemerintah daerah.
“Tanpa dukungan daerah, keikhlasan Prabowo akan terhenti di pusat kebijakan. Padahal anak-anak Maluku Utara sedang menunggu bukti, bukan janji,” tutup Mukhtar.
Catatan Redaksi:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas Prabowo–Gibran dengan sasaran anak sekolah dan ibu hamil.
Koperasi Merah Putih bertujuan memperkuat ekonomi rakyat berbasis pulau dan sumber daya lokal.








Komentar