Oleh: Dr. Saiful Ahmad, M.Si
Akademisi dan Pengamat Kebijakan Publik.
Panggung politik nasional kembali berguncang lewat manuver yang luar biasa cepat. Berdasarkan dinamika terkini (merujuk pada ulasan MN Lapong, 3 Oktober 2026), Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berani melalui reshuffle kabinet berskala besar—termasuk pergeseran pejabat kunci seperti pencopotan Kapolri Listyo Sigit hingga respons atas isu Purbaya. Namun, yang paling menyentak kesadaran publik adalah keputusan berbaliknya para pendekar kritik: sang intelektual Rocky Gerung resmi dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), disusul aktivis vokal Sahganda Nainggolan yang turut melangkah masuk ke pusaran kekuasaan.
Peristiwa ini memaksa kita melayangkan pertanyaan mendasar: Apakah ini puncak kematangan konsolidasi politik, atau justru pertanda meredupnya daya hidup demokrasi di era Presiden Prabowo?












Komentar