TERNATE, Maluku Utara – Publik Maluku Utara disuguhi ironi pendidikan yang menusuk. Dua program beasiswa, dua nasib yang bertolak belakang.
Di satu sisi ada program beasiswa raksasa Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji dengan anggaran fantastis Rp 32 Miliar lebih untuk kuliah bagi warga halmahera tengah.
“Saya programkan bea siswa pendidikan gratis harus SD – Perguruan Tinggi bagi warga Halmahera tengah yang anggarannya Rp.32 miliar lebih”ujar Bupati Ikram Sangadji kepada media ini.
Tak tanggung – tanggung, untuk beasiswa kuliah saja ungkap Ikram Sangadji menyasar 5000 mahasiswa yang kuliah di ternate, termasuk mahasiswa hal-teng yang mengenyam kuliah di luar Maluku utara.
”untuk beasiswa kuliah yang di Ternate saja menyasar sekitar 5000 an mahasiswa, belum yang kuliah diluar daerah Maluku utara”ungkap sapaan akronim IMS ini.
Publik luar halteng yang dikomfirmasikan program Bupati Ikram Malam Sangaji ini mengaku kaget baru mengetahui informasi ini dari media.Sementara bagi masyarakat bumi Fagogoru, program pro rakyat ini telah diem rasakan manfaatnya.Mahasiswa hal-teng yang mengaku mendapat beasiswa kuliah bahkan mengaku bukan saja pendidikan tetapi bidang perumahan dan kesehatan yang mereka rasakan.
”Keluarga saya rasakan 3 program sekaligus, saya dapat beasiswa, kami berobat gratis dengan cukuo menunjukan KTP Hal-Teng dan dapat bantuan rehab rumah”ungkapnya seraya merasa bangga terhadap komitmen kepedulian Bupati Ikram Malan Sangadji.
Bagi warga malut diluar Halmahera tengah, ini Program yang seharusnya menggemparkan jagat Maluku Utara ini justru senyap. Sunyi. Tidak ada gema.
”Program -program mulia pak bupati Ikram Sangadji ini baru tahu ya, mungkin beliau tidak mau riya atau pamer ya”imbuh mahasiswa yang mengaku dari Hal-Sel ini.
Di sisi lain ada program beasiswa Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dengan anggaran hanya Rp 5 Miliar yang hanya menyasar segelintir mahasiswa dari puluhan ribu mahasiswa se Maluku utara.Nilainya 6 kali lebih kecil, tapi gaungnya sejagat. Rame di media sosial, rame di baliho, rame di pemberitaan.
”yang kami tahu ada program beasiswa Gubernur Sherly tapi cuma kecil nilai nominal bea siswa kuliahnya dan hanya segelintir mahasiswa saja yang mendapatkannya”ungkap mahasiswa lain yang enggan ditulis namanya.
Ada apa? Publik pun bertanya: Apakah ini soal keberpihakan atau soal kepiawaian pencitraan?
32 Miliar Yang Tenggelam Tanpa Gaung






Komentar