oleh

Jika Punya Hati, Gubernur Sherly Tjoanda Tidak Mungkin Setega Ini Kepada Korban Speedboat Bela 72

-HEADLINE-844 Dilihat

 

TERNATE, Malut – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda tengah menuai sorotan tajam publik.Sikapnya ke korban kebakaran speedboat dan keluarganya telah menimbulkan persepsi dari para korban dan keluarga mereka serta publik  yang negatif sebagai pemimpin dan pribadi yang tidak empatik dan tega.

Sebutan “Perempuan Tega” dan “Pemimpin Tanpa Nurani” kini melekat di bibir para korban dan masyarakat.

Betapa tidak, mereka mengalami nasib tragis karena menjadi korban luka dan ditinggal matu suami sebagai tumpuan hidup karena menjalankan misi kepentingan politik suami Sherly Tjoanda dan peristiwa itu pula menghantarkan Sherly sebagai Gubernur Maluku Utara namun seolah dihempaskan begitu saja tanpa tanggunjawab yang manusiawi dari Sherly Tjoanda.

Baca Juga  Muslim Arbi: Amandemen UUD 1945 Jadi Jalan Lahirnya Politik Dinasti, Model Presiden-Wapres Bapak-Anak

Kami Diajak Kampanye, Bukan Rekreasi

Salah satu korban luka yang enggan disebutkan namanya dengan suara bergetar menuturkan:

“Kami ini korban luka dan ada yang keluarga korban yang suaminya mati itu, kami diajak oleh Benny Laos dan Ibu Sherly untuk kegiatan kampanye politik di Sula dan Taliabu. Kami naik itu karena perintah, karena diajak. Kami tumpuan hidup keluarga. Bukan jalan-jalan.”

Baca Juga  KASUS SPEEDBOAT BELA 72: Dr. Hendra Karianga, SH.MH Sebut RJ Cacat Hukum, Sherly Harus Diperiksa

Ia menambahkan, setelah kapal meledak dan 6 orang tewas termasuk Benny Laos, mereka berharap ada uluran tangan manusiawi.

“Katanya mau tanggung semua biaya pengobatan, anak sekolah dikasih beasiswa sampai kuliah, mau kasih rumah, mau kasih modal usaha. Kami disuruh tanda tangan memaafkan nakhoda agar RJ selesai. Kami maafkan karena percaya sama Ibu Sherly. Tapi setelah RJ selesai, janji itu hilang. Kami dibiarkan merana.”

Baca Juga  HERAN! Kemiskinan Naik 3.040 Jiwa + Dilapor KPK, Kok Sherly Tjoanda Dapat Predikat "Gubernur Terbaik" dan Kepuasan 85%?

“Tak menyangka Ibu Gubernur setega ini kepada kami yang menjadi korban karena menjalankan misi kepentingan politiknya”ujar salah satu korban lirih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *