Kisah serupa dituturkan istri salah satu korban meninggal.
“Suami saya mati meninggalkan 3 anak kecil. Dia tulang punggung. Sampai sekarang tidak ada santunan layak. Kalau Ibu Sherly punya hati sebagai seorang perempuan dan seorang ibu, tidak mungkin tega menipu kami seperti ini,” ujarnya sambil menangis.
700 Miliar vs Janji Palsu
Berdasarkan data kekayaan yang beredar, Sherly Tjoanda mewarisi kekayaan suaminya Benny Laos lebih dari Rp 700 Miliar saat kejadian dan konon kini telah meningkat 900 miliar lebih.
Secara kemanusiaan dan sistem pelayaran, dengan kekayaan sebesar itu, sangat mudah bagi Sherly untuk memberikan santunan pengobatan, beasiswa kuliah, rumah layak, dan jaminan hidup kepada para korban.
Tapi faktanya, kata para korban, bukannya menyantuni, Sherly justru menggunakan janji manis itu sebagai alat untuk membujuk korban agar memaafkan nakhoda Speedboat Bela 72, sehingga kasus bisa ditutup dengan RJ.
Setelah RJ ketok palu dan nakhoda bebas, janji itu menguap.
Pengamat: Ini Bukan Lalai, Ini Penipuan Nurani
Pengamat Hukum dan Direktur Gerakan Perubahan Indonesia, Muslim Arbi, yang dimintai tanggapannya meradang.
“Jika punya hati, Sherly Tjoanda tidak mungkin menipu korban. Ini bukan sekadar kelalaian, ini penipuan nurani,” tegas Muslim Arbi.








Komentar