Dan boom! Satu per satu korban dan keluarga korban Bela 72 pun muncul ke permukaan dengan nyanyian pilu.
Setelah sebelumnya Seni Saleh, istri mendiang Hamdani dan dua orang korban lainnya yang menyayangkan sikap cuek Sherly atas janji manisnya, kini satu lagi keluarga korban ikut melontarkan kekesalannya. Ia meminta namanya tidak dipublis.
Melalui via WhatsApp, perempuan tiga anak ini menuturkan kekesalannya. Semula mereka diam. Tak mempersoalkannya. Korban dan keluarga korban Bela 72 berpikir, jaminan hidup seperti fasilitas modal usaha, biaya pendidikan, pekerjaan dan bantuan bangun rumah yang dijanjikan sendiri oleh Sherly kepada korban dan keluarga ahli waris bakal direalisasi.
Sayangnya, berselang hampir dua tahun, bahkan setelah RJ yang menjadi permintaan Kejaksaan itu ditandatangani, komitmen moral dan material yang dilafalkan Sherly ternyata tidak seindah konten.
“Iya, tapi setelah suami pergi, semua yang kami miliki sudah banyak terjual demi biaya pendidikan anak,” ujarnya lirih.











Komentar