Ia lalu menarik sejarah ke masa Kesultanan di Nusantara. Menurutnya, dulu semua Sultan menerapkan sistem Islam.
“Di zaman kesultanan Nusantara dulu semua Sultan menerapkan sistem Islam. Kemudian para sultan menyerahkan wilayahnya ke NKRI semua itu didistorsikan,” katanya.
Untuk merangkul para Sultan, lanjut Abdurrahim, muncul Piagam Jakarta sebagai komitmen awal negara. Namun ia menyebut komitmen itu dikhianati.
“Untuk menenangkan para sultan dengan menggaas Piagam Jakarta, ternyata Soekarno mengkhianati dengan merubah tujuh kata dalam sila pertama Pancasila,” tegasnya.
Karena itu, Abdurrahim Fabanyo berkesimpulan Indonesia harus kembali ke titik awal perjanjian kebangsaan.
“Dengan demikian maka saya berpikir bahwa kita harus kembali pada Piagam Jakarta,” pungkasnya.











Komentar