oleh

Kapitalisme, Liberalisme, Hingga Materialisme vs Pancasila Dalam P4 dan BPIP — Jacob Ereste


Liberalisme sudah berbaur dengan Pancasila di Indonesia entah sejak kapan, sehingga Ketuhanan Yang Maha Esa dari sila pertama Pancasila tak lagi jelas posisinya dalam menata nagara dan bangsa Indonesia. Sebab kalau mau mengacu sejak adanya BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) yang menggantikan P4 (Pedonan Pengamalan Penghatatan Pacasila) sungguhkah sebagai ideologi Pancasila bagaimana penerapannya bagi para penata negara dan bangsa Indonesia yang tampak jelas semakin kapitalistik seperti yang ditandai oleh kegandrungan budaya korupsi yang semakin liar dan bringas dilakukan tanpa rasa malu dan keberanian yang luar biasa dengan mempertaruhkan, reputasi, jabatan bahkan harga diri hingga martabat kemanusiaannya yang paling mulia, baik dihadapan Tuhan apalagi untuk sesama manusia.Bayangkan saja reputasi, sebagai pejabat tinggi negara bukan nama baik, serta jabatan yang telah dirintis melalui karier yang yang berliku dan panjang, tapi juga gelar akademis hingga derajat martabat dalam adat, kreluarga semua runtuh seketika hanya karena ingin cepat kaya raya — atau bahkan lebih kaya lagi dari apa yang sudah dimiliki dan sudah bisa dinikmati bersama keluarga — seperti yang kita saksikan sampai hari ini di Indonesia terus ramai tentang pemberitaan korupsi, pencucian uang, menilep barang bukti hingga transaksi kekuasaan, hukum dan beragam bentuk serta jenis kejahatan yang pada hakekatnya adalah pengkhianatan pada amanah rakyat.

Baca Juga  Wali Kota Teladan di Ujung Pulau

Dan perilaku korupsi yang dilakujan oleh aparat negara — bahkan penegak hukum justru disponsori oleh aparatur negara yang menyeret para ,pengusaha swasta maupun pengusaha yang teraviliasi dengan pemerintah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *