oleh

Dari Oligarki ke Oligarki


Setidaknya ada dua kelompok oligarki yang dominan; politik dan ekonomi. Keduanya berkolaborasi. Kenapa? Karena saling membutuhkan. Kebutuhan keduanya menyatu dan tidak dapat dipisahkan.

Penguasa tanpa dukungan ekonomi, jatuh. Ekonomi tanpa politik, ambruk. Yang terjadi rush dan kriminalitas. Makanya, pengusaha butuh penguasa untuk menjaga kekayaan dan kelanggengan bisnisnya. Dengan regulasi yang dikendalikan dan aparat yang digaji tambahan, bisnis berlangsung aman. Penguasa butuh pengusaha. Penguasa tak akan berdiri jika ekonomi bermasalah. Disamping kebutuhan logistik dibutuhkan untuk mengawal jalannya kekuasaan.

Baca Juga  Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah — Oleh: Tamsil Linrung

Akhir-akhir ini, lingkaran istana menggaungkan jargon “lawan oligarki”. Kalau yang dimaksud itu oligarki lama, boleh jadi benar. Sejumlah kebijakan penguasa memang dianggap mengancam oligarki lama. Perampasan aset oligarki sawit dan tambang menjadi bagian dari kebijakan penguasa. Lahirnya PT. Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dengan ekspor satu pintu merupakan bentuk nyata perlawanan terhadap oligarki lama. Sebagian rakyat mendukung, meski harus menanggung risiko kesulitan ekonomi akibat pasar domestik yang kacau. IHSG dan rupiah melemah, perusahaan harus efisiensi bahkan tutup. Akibatnya: banyak PHK. Berangsur tingkat pengangguran makin tinggi dan menambah angka kemiskinan.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Akan Tumbangkan Prabowo?

Meski dua pentolan buruh sudah diangkat jadi pejabat tinggi; menteri dan penasehat presiden, PHK tetap melahirkan pengangguran dan kemiskinan yang entah kapan bisa teratasi. Pengangkatan dua tokoh buruh hanya jadi peredam, bukan solusi. Untuk jangka pendek, bukan jangka panjang.

Setiap transformasi akan menjadi masa transisi. Betul sekali. Sampai kapan? Kalau kelamaan, rakyat mati !

Ok, oligarki lama, dalam konteks ini adalah pengusaha papan atas, harus diminta pertanggungjawaban atas dosa-dosa masa lalu mereka. Setuju ! Yang penting dilakukan dengan cara yang benar dan transparan. Perampasan aset harus kembali ke negara. Bukan ke yang lain. Pembayaran tunggakan dan denda pajak harus masuk ke kas negara. Gak boleh ke kantong yang lain. Satu lagi: harus adil. Berlaku untuk semua. Tidak boleh tebang pilih.

Baca Juga  VONIS TANPA EKSEKUSI

Oligarki lama tersisih. Sebagian kecil menyerah, tiarap dan pergi. Sebagian besar bertahan dan beradaptasi. Lalu, oligarki baru muncul. Ini hukum alam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *