Oleh Jacob Ereste
Simbolika dari kisah sejarah Nabi Ibrahim Alaihi salam bersama Nabi Ismail Alaihi salam peristiwa Idhul Qurban diperkirakan terjadi pada kisaran 4.000 tahun yang lalu, meski ada pendapat yang mengatakan peristiwa sejarah dari keikhlasan untuk berkurban ini juga dipercaya terjadi pada abad ke-18 SM, saat Nabi Ibrahim AS menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk mengorbankan putranya yang bernama Nabi Itu Ismail AS. Hingga dari peristiwa yang dramatis ini diperingati oleh umat Islam setiap tahun seusai menunaikan ibadah haji di Mekkah.
Kisah dramatik ini pun tercatat dalam Al Qur’an, Surah Al Saffat (37 : 99 – 113). Diantaranya yang penting dari surah ini adalah (ayat 101) Maka kami beritahu dia — Ibrahim — bahwa kami akan memberinya seorang anak laki-laki yang saleh. Kisah ini terkait dengan waktu yang lama setelah Nabi Ibrahim AS belum juga memperoleh anak dari perkawinannya dengan Siti Sarah sebagai istri pertama
dari Nabi Ismail. Dan kisah yang dramatik ini pun dimulai dari penerimaan Siti Sarah terhadap seorang budak yang bernama Siti Hajar sebagai hadiah dari Pharaoh Mesir.
Yang menarik, tentu saja kesediaan Siri Sarah memberikan Siti Hajar untuk diperistri oleh Nabi Ibrahim AS karena belum memperoleh anak selama masa perkawinannya yang yang sudah cukup lama bersama Siti Sarah. Dan mukjizat pun terus berlanjut setelah Nabi Ibrahim memperoleh anak bernama Ismail, Siti Sarah pun kemudian bisa memberi Nabi Ibrahim seorang anak yang kemudian menjadi Nabi Ishak dan sejumlah saudaranya yang lahir kemudian.












Komentar