Kita menyadari, seturut argumen Beck, bahwa kita tidak bisa lagi mengandalkan pakar atau politisi untuk menjamin keamanan kita.
Maka, spiritualitas di pertengahan Ramadhan ini bertransformasi menjadi benteng terakhir untuk menjaga kewarasan.
–000–
Esai ini akhirnya bermuara pada satu simpulan pahit bahwa :
Suasana kebatinan kita hari ini adalah potret manusia yang sedang berupaya tetap beriman di tengah sistem dunia yang sedang runtuh.
Kita adalah masyarakat risiko yang mencari perlindungan dalam doa, menyadari bahwa di era globalisasi ini, “keselamatan” tidak bisa lagi dibeli atau dijaga oleh militer, melainkan harus diperjuangkan melalui kesadaran kolektif untuk berhenti memproduksi bencana.
Di hari ke-14 ini, puasa kita adalah sebuah permohonan agar bara antara Amerika dan Iran tidak menjadi api yang menghanguskan rumah besar bernama Bumi. (***)
Ciputat, 3 Maret 2026
Pukul : 20.15







Komentar