– Sintesa Teknokrasi dan Kedekatan Kultural Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M.
Oleh: Usman Sergie/ Pimred
Editor : Miftah Farid Alting
TERNATE berdiri di antara riak sejarah dan deru modernitas. Ia bukan sekadar gugusan karang yang dipahat rempah.
Tapi sebuah jiwa yang sedang mencari nakhoda baru. Setelah layar Dr. H.M. Tauhid Soleman, M.Si. genap menepi di dermaga waktu.
Kini, di persimpangan jalan yang berdebu, muncul sesosok figur yang namanya terpahat dalam tiap jengkal trotoar dan kebijakan.
Bukan pengembara baru, melainkan anak kandung birokrasi yang matang :
Dr. H. Rizal Marsaoly, S.E., M.M.
Ia datang tidak dengan janji yang terbang dibawa angin, melainkan dengan catatan kaki pengabdian selama tiga puluh tahun.
Dalam diskursus politik kontemporer, kehadirannya adalah sebuah “Sintesis Teknokrasi”.
Ia adalah jawaban bagi Ternate yang rindu akan presisi pembangunan, namun tetap ingin memeluk erat ruh “Adat Se Atoran.”
Inilah momentum krusial: apakah kota ini akan terbang tinggi dengan sayap kemajuan, atau tetap terperangkap dalam romantisme masa lalu yang sunyi?
–000–
Dalam diskursus politik kontemporer di Kota Ternate, transisi kepemimpinan pasca-era Dr. H.M. Tauhid Soleman, M.Si, bukan sekadar pergantian figur di kursi kekuasaan.


Komentar