oleh

LONCENG KEMATIAN DI LANGIT TEHERAN

-Artikel/Opini-1208 Dilihat

– Narasi Tiga Wajah Perang Pasca Wafatnya Khomenei

Oleh : M.Guntur Alting

Langit di atas Teheran pada Maret 2026 tak lagi berwarna biru yang tenang.

Ia telah berubah menjadi kanvas kelabu yang robek oleh jejak asap rudal dan kilatan ledakan yang memekakkan telinga.

Operasi “Epic Fury” yang dilancarkan oleh aliansi Tel-Aviv dan Washington bukan sekadar catatan kaki dalam sejarah militer.

Baca Juga  "Cincin Api Bergetar": 7 Gunung di Indonesia Erupsi di Awal September, PVMBG Imbau Tetap Tenang

Ia adalah dentang lonceng kematian yang gema suaranya merambat dari selasar Gedung Putih hingga ke lorong-lorong sempit di pasar Isfahan.

Kematian sang pemimpin tertinggi Iran telah meninggalkan sebuah lubang hitam di jantung kekuasaan Timur-Tengah.

–000–

Dunia baru saja menyaksikan sebuah perjudian geopolitik paling berbahaya dalam sejarah modern.

Dengan tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khomenei dalam operasi militer Amerika-Israel.
Washington dan Teluk bukan sekadar mencabut “akar masalah”, melainkan sedang menyiram bensin ke dalam tungku api yang sudah menyala.

Baca Juga  Ketika Pendidikan Menjadi Gratis: Menguji Kemampuan APBN dan Ekosistem Pendidikan Indonesia Membiayai Universalitas Tanpa Mengorbankan Kualitas

Bagi mereka yang bersorak atas “kemenangan” ini, waspadalah.

Sejarah mengajarkan bahwa kekosongan kekuasaan di Timur-Tengah tidak pernah berakhir dengan demokrasi yang manis, melainkan dengan kekacauan yang brutal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *