oleh

Iran dan Upayanya Membangun Tatanan Baru Dunia

Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Amerika dan Israel berkoalisi. Sejak 79 tahun lalu. Koalisi atas dasar kepenting yang sama: yaitu berkuasa atas Timur Tengah. Kawasan yang kaya akan minyak dan gas.

Melalui selat Hormuz, 20 persen kebutuhan oil dunia dipasok. 25 persen gas juga berasal dari jalur laut yang lebarnya hanya sekitar 33-39 KM ini.

Baca Juga  Siapa Cawapres Prabowo 2029?

Ketika selat Hormuz ditutup, krisis energi global terancam. Terjadi defisit pasokan oil dan gas yang berpotensi menciptakan sunami ekonomi dan politik dunia. Inilah yang terjadi saat ini.

Setelah serangan Amerika dan Israel ke Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khimaeni akhir pebruari lalu, Iran melakukan balasan. Tak kalah dahsyat. Pangkalan militer Amerika di semua negara teluk dirudal. Mulai dari Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Emirat Arab, Dubai hingga Bahrain dihancurkan oleh Iran. Rudal Iran sukses merusak hampir seluruh pangkalan militer Amerika di kawasan teluk ini.

Baca Juga  17 Prestasi dan Jejak Kinerja yang Terbaca

Dampak yang lebih dahsyat akibat rudal ini adalah ditutupnya selat Hormuz. Sebuah strategi jitu. Langkah ini tidak hanya menyulitkan Amerika dan Israel, tapi berakibat langsung pada guncangan ekonomi dan politik dunia.

Selat Hormuz tutup, krisis energi terjadi dan mulai menggoyang berbagai negara. Para pengekspor minyak dari teluk panik, dan bahkan paranoid.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *