Menurut Hasyim Abdulkarim, presenter resmi press release MW KAHMI Malut, forum ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat sipil untuk membahas arah pembangunan Maluku Utara secara kritis dan konstruktif.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Maluku Utara benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sekadar proyek mercusuar yang tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Hasyim.
KAHMI menegaskan bahwa keterlibatan publik dalam proses perencanaan pembangunan adalah kunci untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, mereka mengundang seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, akademisi, dan media untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi ini.
Diskusi ini terbuka untuk umum dan media. Kehadiran jurnalis sangat diharapkan untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.***













Komentar