Koordinator Presidium MW KAHMI Malut, Ishak Naser, dalam RDPU tersebut menegaskan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam setiap proyek pembangunan, terutama yang berdampak luas seperti Trans Kieraha.
Pernyataan ini kemudian ditanggapi oleh Gubernur Sherly Tjoanda yang menyatakan kesediaannya untuk berdiskusi, namun dengan syarat KAHMI harus terlebih dahulu membaca dokumen Feasibility Study (FS) proyek tersebut. Menanggapi hal itu, Dr. Aziz Hasyim, anggota Dewan Pakar MW KAHMI dan pakar perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan, menyatakan kesiapan KAHMI untuk berdiskusi secara terbuka dan ilmiah.
Namun, hingga hampir dua pekan berlalu, ajakan diskusi dari KAHMI belum juga direspons oleh pihak Gubernur. Menyikapi hal ini, MW KAHMI mengambil inisiatif untuk menggelar diskusi publik yang terbuka bagi masyarakat, akademisi, dan media.
Diskusi ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pemantik dan penanggap, di antaranya:
– Ishak Naser (Koordinator Presidium MW KAHMI Malut)
– Sherly Tjoanda (Gubernur Maluku Utara)
– Samsudin Abdul Kadir (Sekda Provinsi Malut)
– Kepala BAPPEDA Malut
– Kepala Dinas PUPR Malut
– Perwakilan DPRD Malut
– Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA)
– Dr. Mukhtar Adam (Ketua ISNU Malut)
– Rinaldi Irwan (Korwil FKMTSI Wilayah XIV)
– Ketua WALHI Malut
– Sejumlah akademisi, politisi, dan anggota Dewan Pakar KAHMI








Komentar