Sebagai bentuk keseriusan, MW KAHMI Malut menyatakan siap untuk berdebat secara terbuka dengan Gubernur dan timnya terkait isi dan validitas FS tersebut. “Kami tidak takut. Kami siap ladeni tantangan Gubernur. Tapi jangan suruh kami membaca dokumen yang bahkan tidak pernah dibuka ke publik. Mari kita buka semua di ruang terbuka, biar rakyat yang menilai,” pungkasnya.
Pernyataan ini menandai babak baru dalam dinamika pembangunan di Maluku Utara. Di tengah sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah, tantangan KAHMI ini bisa menjadi momentum penting untuk menguji sejauh mana proyek Trans Kie Raha benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, atau sekadar menjadi alat politik dan ekonomi segelintir elite.
Belum diketahui tanggapan Gubernur Malut terhadap tantangan balik KAHMI Malut.Apakah Gubernur Sherly berani tampil di panggung debat dengan KAHMI Malut atau takut ?








Komentar