oleh

“REPUBLIK MOROWALI, NEGARA DALAM NEGARA YANG DIRESMIKAN JOKOWI.”

-OPINI-516 Dilihat

Oleh : Muslim Arbi/Direktur Gerakan Perubahan

PENDAHULUAN .

Salah satunya adalah hadirnya kawasan industri nikel PT Huabao Industrial Park (PT IHIP) di Kecamatan Bungku Barat Kab. Morowali memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Praktek hilirisasi khususnya nikel menciptakan penurunan kualitas kesehatan warga, kehilangan keanekaragaman hayati, penurunan kualitas ekosistem laut, penurunan ekonomi warga.

Apalagi operasi industri ini didukung dengan infrastruktur yang masih menggunakan PLTU captive.

KONFLIK AGRARIA

Selain itu, konflik agraria dan kerusakan lingkungan mewarnai pembangunan kawasan industri nikel tersebut.

Seringkali warga terlibat konflik dengan perusahaan akibat tanahnya dirampas paksa dengan berbagai macam modus.

Konflik memuncak pada tahun 2022 hingga 2024 ketika lahan masyarakat seluas 14 Ha yang berisi sawit di Desa Ambunu, digusur pada malam hari tanpa sepengetahuan pemiliknya serta jalan desa, akses utama masyarakat ke kebun kini digunakan untuk jalan holing perusahaan.

Meningkatnya perlawanan masyarakat dalam mempertahankan haknya, membuat perusahaan melakukan upaya pembungkaman dengan cara, melakukan kriminalisasi dan gugatan hukum kepada orang-orang yang dinilai sebagai pelopor dalam perlawanan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *