oleh

Malut Institute Bongkar Dugaan Pembohongan Publik Sherly Tjoanda: “Jangan Bodohi Rakyat Maluku Utara Lewat Media”

-HEADLINE-1176 Dilihat

Ia mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan tambang dan perkayuan milik Sherly berpotensi besar merusak lingkungan, mulai dari deforestasi, pencemaran air dan udara, hingga peningkatan emisi gas rumah kaca. “Di satu sisi, Gubernur bicara soal pembangunan berkelanjutan, tapi di sisi lain, perusahaan miliknya justru menjadi ancaman bagi lingkungan hidup,” katanya.

Baca Juga  IPM Maluku Utara Naik Tipis, Ekonom UMMU Kritik Arah Belanja Rp3,5 Triliun APBD 2025

Desakan Audit Investigatif dan Transparansi

Malut Institute mendesak agar dilakukan audit investigatif terhadap seluruh perusahaan yang terafiliasi dengan Sherly Tjoanda, serta aliran dana APBD yang berpotensi menguntungkan bisnis pribadinya. “Kalau pengusaha jadi kepala daerah, korupsinya tidak kasat mata. Tapi bukan berarti tidak ada. Justru lebih berbahaya karena dilakukan secara sistemik dan terselubung,” ujar AbduRahim.

Baca Juga  Borong 3 Penghargaan di Top BUMD Award, Komut BPRS Saruma Apresiasi Bassam-Helmi

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat Maluku Utara hanya bisa dicapai jika pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan segelintir elite.

“Ini bukan soal politik, ini soal moral dan masa depan Maluku Utara,”pungkas AbduRahim Fabanyo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *