Oleh: Muslim Arbi : Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Rakyat akan memandang Prabowo sebagai termul atau ternak mulyono bilamana selalu pasang badan untuk bela Mulyono membabi buta.
Teriakan hidup Jokowi pada saat Hati Ulang tahun Gerindra ke 15 beberapa waktu lalu mencengangkan, membuat heran sejumlah kalangan sekaligus membingungkan.
Apalagi desakan pencopotan Sigit dari jabatan nya karena dianggap sebagai ketua partai Cokelat sangat deras dari berbagai kalangan. Akan tetapi Sigit tetap saja di pertahankan sebagai Kapolri. Malah di jadikan anggota Tim Reformasi Polri. Ini sangat lucu. Wong kinerja Sigit selama memimpin Polri mau di evaluasi dan di reformasi sedangkan Sigit ada di Tim Reformasi Polri. Apa bisa Polri di reformasi? Demikian juga Tito dan Idham. Lah selama 10 tahun Jokowi banyak kritikan bahkan keras terhadap Polri di masa Tito dan Idham, termasuk soal Parcok. Ko Tito dan Idham masuk di Tim Reformasi?
Tim Reformasi yang di tunjuk Presiden itu saat ini di nilai kagok berhadapan dengan kejahatan secara hukum, dan politik yang di lakukan selama Jokowi berkuasa tidak dapat di sentuh oleh aparat hukum – bilamana tim Reformasi tetap seperti saat ini.








Komentar