Kesimpulan: Demokrasi Bukan Tentang Citra, Tapi Kinerja
Apa yang terjadi di Maluku Utara hari ini adalah cerminan dari krisis demokrasi yang lebih luas: ketika kekuasaan lebih sibuk membangun citra daripada kinerja, ketika kritik dibalas dengan buzzer, dan ketika suara rakyat dibungkam oleh riuhnya media sosial.
Gubernur Sherly, sebagai pemimpin daerah, seharusnya menjadikan kritik sebagai cermin, bukan sebagai musuh. Dan masyarakat, termasuk para pendukungnya, harus belajar membedakan antara loyalitas dan fanatisme. Loyalitas yang sehat adalah yang mendorong pemimpin untuk lebih baik, bukan yang membutakan mata terhadap kesalahan.
Nazla telah menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Kini, giliran kita sebagai warga negara untuk menjaga agar demokrasi tidak berubah menjadi teater kekuasaan yang penuh ilusi. Karena pada akhirnya, demokrasi bukan tentang siapa yang paling banyak buzzer-nya, tapi siapa yang paling berpihak pada rakyatnya.
Catatan Penutup:
Jika kritik yang sah dan konstitusional seperti yang dilakukan Nazla saja dianggap sebagai ancaman, maka kita patut bertanya: demokrasi macam apa yang sedang kita bangun.
Ternate, 12/11/2025.








Komentar