Oleh: Dapur Redaksi PIKIRAN UMMAT
Kehadiran perguruan tinggi di sebuah daerah apalagi di kabupaten yang baru dimekarkan sangat strategis.Peran strategis itu dimaknai : hadirnya perguruan tinggi memberikan peluang bagi putra daerah terutama mereka yang berlatar belakang keluarga kurang mampu bisa mengakses pendidikan perguruan tinggi, menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi —ribuan mahasiswa yang kuliah didaerah sendiri mencegah potensi capital fly atau menguapnya uang keluar dari daerah—dan peran strategis dalam pembangunan nasional. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, perguruan tinggi dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi di daerah menjadi pilar penting dalam meneguhkan eksistensi daerah sekaligus mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Eksistensi Universitas Nurul Hasan (UNSAN) di Kabupaten Halmahera Selatan.
Di sebuah pagi ketika matahari memantulkan kilau keemasan, tampak rombongan mahasiswa bergerak menuju dermaga kecil. Bukan untuk berlibur, melainkan untuk melakukan pelatihan teknologi penangkapan ramah lingkungan bagi kelompok nelayan setempat. Pemandangan itu kini bukan hal langka di Halmahera Selatan, Universitas Nurul Hasan (UNSAN) telah menjadi denyut baru yang merangkai ilmu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
UNSAN, sebagai institusi pendidikan tinggi yang hadir di wilayah yang sarat potensi maritim dan pertanian ini, bermain peran lebih dari sekadar tempat belajar. Ia bertransformasi menjadi pusat inovasi lokal, ruang dialog budaya, dan motor penggerak ekonomi yang lambat laun meneguhkan eksistensi Kabupaten Halmahera Selatan di peta pembangunan regional.
Kampus sebagai jembatan antar-dunia
Di lorong-lorong kampus, wacana akademik bertemu dengan persoalan riil masyarakat.
Kurikulum yang dirancang menyesuaikan kebutuhan lokal dari kelautan, perikanan, agroindustri, kehutanan, hukum dan pendidikan hingga pariwisata berkelanjutan serta pendidikan vokasi pertambangan dan kelautan menghasilkan lulusan yang tak asing lagi dengan konteks rumahnya sendiri. Mahasiswa yang datang dari desa-desa pesisir justru memilih bertahan, menerapkan ilmu untuk memberdayakan komunitas, bukan sekadar mencari peluang di kota besar.







Komentar