Dr. H. Muhammad Kasuba, MA — sosok tokoh putra terbaik dari etnis Tobelo-Galela yang selama ini dikenal sebagai figur politik penting di Maluku Utara, sejatinya adalah pembaharu yang menorehkan jejak panjang di ranah politik, pendidikan, keagamaan, dan pembangunan daerah.
Di balik kiprahnya sebagai politisi dan kepala daerah visioner, peran beliau sebagai pendiri lembaga pendidikan dan sebagai guru/ustadz memperlihatkan dimensi kepemimpinan integratif yang menyatukan politik, iman, ilmu, dan pelayanan publik.
Kepemimpinan Berakar pada Visi Pendidikan Holistik
Ciri khas kepemimpinan Dr. H.Muhammad Kasuba adalah pendekatan terstruktur dan berjenjang terhadap pengembangan sumber daya manusia. Bagi beliau, pembangunan kualitas bangsa dimulai sejak fondasi: PAUD, sekolah dasar, menengah, hingga ke jenjang pendidikan tinggi vokasi atau perguruan tinggi. Model ini menunjukkan pemikiran strategis yang tak sekadar mengejar angka partisipasi pendidikan, melainkan membangun kesinambungan kualitas dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
Yang membedakan visi beliau adalah penekanan pada “iman dan ilmu”, sebuah kerangka yang menempatkan pembentukan karakter religius selaras dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan hanya mencetak tenaga kerja terampil, namun juga insan berakhlak yang mampu menjaga nilai-nilai lokal dan berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.
UNSAN: Puncak Rangkaian Pembinaan Pendidikan Daerah
Pendirian Universitas Nurul Hasan (UNSAN) merupakan manifestasi paling nyata dari upaya panjang Dr. Kasuba. UNSAN dirancang bukan sekadar sebagai institusi akademik, melainkan sebagai pusat pengembangan potensi daerah; menjembatani kebutuhan pendidikan tinggi yang relevan dengan kondisi lokal dan tantangan global.
UNSAN sejatinya penegasan atas visi pembangunan SDM yang berkualitas dari rantai panjang pendirian institusi pendidikan sebelumnya yakni sekolah unggulan SD, SLTP dan SMU di Halsel dan Ternate serta inisiasi pendirian STAIN Akhaerat Bacan.





Komentar