Oleh: Muslim Arbi : Direktur Gerakan Perubahan dan Advisory Board of MSI
Presiden Prabowo akan alami kendala serius untuk memberantas korupsi dan lakukan penegakkan hukum yang optimal jika tidak segera mengganti ketua KPK, Kapolri dan Jaksa Agung.
Dalam pengusutan kasus Whoosh, proyek Kereta Api Cepat yang merusak keuangan negara dan jadi beban masyarakat dan terdapat indikasi korupsi yang fatal dan akut padahal kerugian negara sudah jelas karena mark up yang gila-gilaan terjadi di dalam nya.
Dari sejak awal proyek itu di katakan busuk oleh menko maratim saat itu Luhut Binsar Panjaitan yang belakangan baru di akui nya untuk cuci tangan. Dan proyek itu di tentang oleh Mentri Bappenas Dr Adrianof Chaniago dan Mentri Perhubungan Ignatius Jonan yang akhir nya di tendang dari kursi nya mereka karena menentang proyek tersebut.
Pernyataan Luhut, pemecatan 2 Mentri Jokowi waktu itu yang menentang proyek Kereta Cepat itu sudah menjadi bukti kuat kekacauan proyek tersebut.
Kerugian negara telah di paparkan oleh para ahli. Anthony Budiawan seorang ekonom senior sebut terdapat kerugian negara Rp 73,5 Triliun akibat mark up.
Proyek yang semula adalah B to B antara RI-China belakang menjadi G to G.











Komentar