oleh

Duss ! Teriakan Dua Periode Ditengah Aksi Demo Walikota Ternate.

-HEADLINE-755 Dilihat

 

Senin (29/5), APPM Togamaloka menyeruduk kantor Walikota Ternate ,menggelar aksi demonstrasi.Sudah tentu, aksi demo itu sikap oposan kepada sang Walikota Dr.M.Tauhid Soleman, M.Si.Orang nomor satu Kota ternate itu dituntut tanggun jawab moral dan adimistratif nya untuk mencopot pejabat pembantunya, kepala dinas perindustrian dan perdagangan pemkot Ternate yang dinilai rasis,.Pembantunya dinilai telah melenceng dari nilai-nilai konstitusional, humanisme  dan nilai kepemimpinan Walikota yang inklusif.

Baca Juga  IPM Maluku Utara Naik Tipis, Ekonom UMMU Kritik Arah Belanja Rp3,5 Triliun APBD 2025

Sebagai bentuk sikap oposan, aksi demo dalam negara demokrasi sesungguhnya bentuk ekspresi ketidakpuasan atas pemerintahan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Namanya aksi demonstrasi, sudah pasti tak ada apresiasi atau dukungan moral dan politik yang bersemi ditengah aksi demonstrasi.Yang ringan seperti tudingan, cacian dan hujatan sampai pada level tertinggi mengajukan sikap politik mosi tidak percaya dan mendesak pemerintahan harus mundur dengan sukarela sudah pasti terjadi.

Baca Juga  SUBA’TA — Ekonom Mukhtar Adam : Gugus Pulau yang Tertinggal di Tengah Gemerlap Ekonomi Timur Indonesia

Demonstrasi atau Unjuk Rasa merupakan sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang atau, kelompok atau mahasiswa di hadapan umum dengan tujuan menyatakan pendapat sebagai sebuah upaya menekan baik secara politik untuk kepentingan Kelompok maupun kepentingan masyarakat.
Sebagai bentuk dari penyampaian pendapat di muka umum, unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak legal warga negara yang dijamin negara.

Baca Juga  Ketua EW LMND Maluku Utara Kecam Dugaan Pernyataan Provokatif Politisi Demokrat.
Dr.M.Tauhid Soleman, M.Si., Walikota Ternate.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *