oleh

Sosio-Puasa | Hari -17/18 : DARI AYAT KE AKSI

Catatan Saripati Nuzulul Qur’an di Masjid Attaubah Ciputat

Oleh : M.Guntur Alting

Di lantai Masjid di Ciputat yang syahdu, menahan napas, menyimpan riuh kota di balik pintu yang terbuka.

Di sini, Nuzulul Quran tidak sedang kita tengok sebagai artefak sejarah yang terkunci di sunyi Gua Hira. Melainkan sebagai sebuah peristiwa yang terus berdenyut.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari - 18/19 : PULANG YANG TERTUNDA

Kita berkumpul, membawa gelisah zaman yang retak, menunggu ayat-ayat Tuhan turun kembali–bukan sebagai gema di langit, melainkan sebagai detak jantung
yang membumi di tengah hiruk-pikuk kehidupan kita.

Dengan lensa sosiologi, kita mencoba membedah bagaimana wahyu bekerja melampaui batas-batas individual.

Kita tidak lagi melihat masjid sebagai ruang isolasi, melainkan sebagai pusat gravitasi bagi solidaritas organik di tengah gempuran individualisme kota.

Baca Juga  SATU LANGIT, DUA INTERPRETASI

Di sinilah kita mendapati bahwa Quran bukanlah sekadar teks suci yang statis, melainkan sebuah kekuatan penggerak—sebuah “social engineering” yang radikal.

Yang hadir untuk memandu neraca keadilan di tengah kompleksitas struktur sosial yang kerap timpang dan menindas.

–000–

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *