oleh

CATATAN REDAKSI ! Mengapa Rizal Marsaoly Tak Terbendung di Survei? Bukan Sulap, Ini 7 Alasan Logis yang Tak Dimiliki Rivalnya


Di tengah politik yang gaduh, publik Ternate mendambakan pemimpin yang cerdas. Gelar akademik Doktor yang disandang Rizal Marsaoly bukan sekadar hiasan di belakang nama.

Gelar itu membentuk persepsi kuat: dia adalah sosok teknokratik, rasional, berbasis data, bukan sekadar retorika. Di kalangan milenial dan Gen Z – yang memberinya 40% suara – ini adalah poin paling seksi. Mereka tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berorasi, tapi yang mengerti cara menyelesaikan masalah.

Baca Juga  TABIR BELLA 72 YANG TAK KUNJUNG TERBUKA — Mengapa Gubernur Sherly Tjoanda Permisif ? — Oleh: Muslim Arbi - Pengamat Politik

6. Modal Kultural: Dekat dengan Kesultanan

Ini yang tidak bisa ditiru oleh pendatang baru. Ternate adalah Kota Kesultanan. Legitimasi kultural itu penting.

Rizal Marsaoly memiliki kedekatan yang terjaga dengan lembaga Kesultanan Ternate. Dia lah birokrat yang paling mendekatkan pemerintah Kota dengan Kesultanan Ternate.Masyarakat adat ternate tentu masih mengenang bagaimana desain Rizal menjadikan agenda resmi HUT Ternate sebagai agenda bersama Pemkot dengan keraton kesultanan Ternate.

Baca Juga  HILIRISASI RP 180 TRILIUN: Ekosistem Nikel Global

Di kota yang adatnya masih sangat kuat, ini adalah modal sosial yang nilainya melebihi baliho mana pun.

7. Modal Paling Pamungkas: Dianggap Paling Paham Masalah dan Solusi Ternate

Jika 6 poin di atas digabungkan, lahirlah persepsi final: Rizal Marsaoly dipersepsikan sebagai pemimpin masa depan yang ideal karena paling menguasai peta masalah sekaligus solusinya.

Mau tanya soal banjir, drainase, APBD, pariwisata, perumahan? Jawabannya ada di kepala Sekda. Rivalnya mungkin hanya bisa mengkritik masalah. Rizal sudah mengerjakan solusinya selama 10 tahun.

Baca Juga  Akan kah Jokowi melaporkan Denny DKK dan MK ke Polisi karena telah menghina Gibran? — Oleh: Muslim Arbi /Pengamat

Jadi, jika hari ini survei menunjukkan Rizal unggul 50%, itu bukan hasil sulap lembaga survei. Itu adalah akumulasi logis dari 10 tahun kerja, 10 tahun popularitas, 10 tahun eksposur, dan 10 tahun kedekatan dengan warga.

Survei hanya memotret apa yang sudah lama ada di memori kolektif orang Ternate.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *