oleh

MENGENANG FENDI ABDURRAHMAN – Dari Gurabati Menuju Keabadian


 

Oleh: M.Guntur Alting

“Dari tanah Gurabati engkau bermula, dan dalam keabadian kenangan kami, engkau akan terus bernyawa.
—

KABAR kepulangan Fendi Abduraman menghadirkan gelombang nostalgia yang menghujam batin.

​​Saya mengenalnya, ketika saya tinggal di Gurabati selama tiga tahun. Saat itu Fendi masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Baca Juga  Ketika Pendidikan Menjadi Gratis: Menguji Kemampuan APBN dan Ekosistem Pendidikan Indonesia Membiayai Universalitas Tanpa Mengorbankan Kualitas

​Ia adalah anak yang sangat menghibur kami seniornya, saat itu tubuhnya agak subur, “maaf kami biasanya memanggilnya dengan ‘Fendi Gode.”

Tapi ia punya kecerdasan yang luar biasa.
​Bukti kecerdasannya, ia menonjol di angkatannya di SD dan selalu mewakili sekolahnya SD Gurabati dalam berbagai ajang lomba.

​Saat itu saya sudah duduk di Aliyah Gurabati, kami sering bertemu di lomba cerdas cermat P,-4. Ia di tingkat SD dan saya bersama sahabat saya Kartini Jafar dan Hasan Abdullah di Tingkat SLTA.

Baca Juga  DEMOKRASI OLIGARKI PEMILIHAN LANGSUNG — DARI ELITE OLEH ELITE DAN UNTUK ELITE

​Ayahnya ‘Om Man’ adalah seorang pedagang/pebisnis, dan sepertinya genetika ini turun ke Almarhum fendi.

​Saya adalah anak piara di rumah Ci Ja dan Om Ade (Jahra Jauhari), rumah kami tak jauh dari rumah Fendi, saya sering belanja di tokonya.

-000-

​Tamat Aliyah saya lanjut ke Makassar, dan setelah itu “lost contac” sudah tidak ikuti lagi kiprahnya.

Baca Juga  POLITIK FISKAL PRABOWO-GIBRAN AKANKAH MEMBAWA INDONESIA KE ZONA “BUBBLE ECONOMIC" PASCA PURBAYA ?

​Sampai suatu saat ada momentum hajatan di Tidore yang mempertemukan kami kembali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *