WEDA – Proyek pembangunan rumah bagi warga korban kerusuhan di Desa Banemo, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Maluku Utara, mendapat sorotan warga.
Pasalnya proyek rehabilitasi rumah oleh provinsi disebut berjalan lamban dan jauh dari harapan sementara proyek serupa yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dilaporkan telah rampung dan sudah ditempati warga penerima manfaat.
Musrifa Alhadar, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemikiman Provinsi Maluku Utara memberikan klarifikasi bahwa pembangunan rehabilitasi rumah telah sesuai perencanaan.
Berdasarkan penelusuran media ini, Pemkab Halmahera Tengah melalui Bupati Ikram Malan Sangadji pada awalnya menjamin pembangunan rumah baru bagi seluruh warga yang rumahnya rusak akibat konflik.
Namun di tengah proses tersebut, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda juga menyampaikan komitmen untuk membangun kembali rumah warga Banemo yang terbakar dan rusak.
Sebagian warga yang rumahnya hancur kemudian memilih bantuan dari Pemerintah Provinsi dengan pertimbangan kapasitas anggaran yang dinilai lebih besar.










Komentar