“Kami mengajak langsung para pelaku usaha pedagang dari Ternate agar usai kunjungan ini terjadi kesepakatan Business-to-Business B2B secara komersial dengan Asosiasi Bawang Merah di Kota Probolinggo,” tegas Rizal Marsaoly.
Artinya, pedagang Ternate bisa order langsung ke asosiasi petani di Probolinggo. Tanpa perantara. Harapannya, harga di tingkat konsumen Ternate bisa lebih murah dan pasokan lebih pasti.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate akan memfasilitasi dan mengawasi proses kerja sama bisnis tersebut.
“Ini bukan hanya soal Ternate dapat pasokan. Tapi juga menciptakan keuntungan berimbang: petani di Probolinggo untung, pedagang Ternate lancar, konsumen di Ternate tidak menjerit,” pungkas Rizal.
Sekda Ternate juga menyampaikan apresiasi ke Pemkot Probolinggo dan Bank Indonesia.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga di kedua daerah,” tutup Rizal Marsaoly.
Dengan jalur baru ini, Pemkot Ternate berharap gejolak harga bawang merah dan cabai yang tiap tahun jadi momok, bisa mulai dikendalikan mulai akhir 2026.









Komentar