oleh

Siklus Ekologis TNAL Terputus di Garis Pantai, UNKHAIR Usulkan Solusi

-Kota Ternate-105 Dilihat

 

Ternate – Pusat Studi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Universitas Khairun (KEHATI UNKHAIR) resmi melayangkan usulan agar kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata diperluas hingga menjangkau wilayah laut.

Usulan ini dituangkan dalam surat bernomor 04/KEHATI.UNK/IX/2026 telah ditandatangani langsung oleh Ketua KEHATI UNKHAIR, M. Nasir Tamalene, di Ternate pada 19 Agustus 2026.

Surat tersebut selanjutnya dikirim langsung kepada Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Tak sekadar prosedur formal, usulan ini sebagai upaya untuk mengoreksi cara pandang lama dalam mengelola kawasan konservasi di Maluku Utara, yang selama ini cenderung memisahkan urusan hutan dari urusan laut padahal keduanya saling menghidupi.

Baca Juga  Baznas Kota Ternate Bantu Pulangkan Warga Sakit ke Jailolo

Selama Ini Hanya Dilihat dari Darat

Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) bukan nama asing dalam peta konservasi Indonesia timur. Kawasan ini terbagi menjadi Blok Aketajawe dan Blok Lolobata, yang secara administratif tersebar di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Kota Tidore Kepulauan.

Selama bertahun-tahun, pengelolaannya lebih banyak berfokus pada ekosistem daratan seperti hutan hujan dataran rendah dan satwa endemik yang hidup di dalamnya.

Baca Juga  PIALA DUNIA 2026 USAI, "TAMAN FILM TERNATE MENDUNIA” FENS : Thanks Pak Sekda H.Ical

Masalahnya, menurut KEHATI UNKHAIR, pendekatan yang hanya berorientasi pada daratan itu punya keterbatasan. Kondisi ekologis TNAL sebenarnya terikat erat dengan pesisir dan laut di sekitarnya, mulai dari aliran air yang bermuara ke laut hingga satwa yang bergerak lintas ekosistem.

Ketika pengelolaan berhenti di garis pantai, ada bagian penting dari siklus ekologis yang luput dari perlindungan, dan pada akhirnya keberlanjutan fungsi kawasan secara keseluruhan jadi taruhannya.

Kekhawatiran semacam ini yang mendorong KEHATI UNKHAIR untuk tidak sekadar memberi masukan lisan, tapi menyusunnya secara resmi dalam bentuk surat usulan yang bisa ditindaklanjuti melalui jalur birokrasi yang semestinya.

Baca Juga  Kolaborasi Baznas, Alfamidi dan RS Islam Gelar Sunatan Massal

Semua Ekosistem Saling Terhubung

Dasar pemikiran usulan ini adalah konsep yang dalam dunia konservasi disebut ecosystem connectivity, atau keterhubungan ekosistem.

Sederhananya, hutan di pegunungan, sungai yang mengalir turun, kawasan pesisir, hutan mangrove, padang lamun, terumbu karang, sampai perairan laut lepas sebenarnya adalah satu rangkaian yang saling bergantung, bukan potongan-potongan wilayah yang berdiri sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *