BLITAR —Jika pekan lalu delegasi Ternate sibuk urus bawang di Probolinggo, maka Kamis ini mereka kembali turun ke Jawa Timur. Kali ini sasarannya lebih dasar: telur ayam.
Pemerintah Kota Ternate resmi menggandeng Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mengamankan pasokan telur. Kesepakatan itu dikukuhkan lewat Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah KAD di Ruang Rapat Candi Simping, Kantor Pemkab Blitar, Kamis (3/9/2026).
Lagi-lagi Bank Indonesia yang jadi mak comblang.
Kota Kepulauan Berburu ke Lumbung Telur Nasional
Bagi Ternate, ini bukan sekadar seremoni. Ini soal bertahan.
Sebagai kota kepulauan dengan daratan terbatas dan bukan daerah penghasil pangan, Ternate sangat rentan terhadap gejolak harga. Sekali kapal terlambat, harga di pasar langsung naik.
Setelah Probolinggo untuk bawang, rica, dan tomat, kini giliran Blitar untuk telur. Alasannya sederhana: Blitar adalah salah satu lumbung telur terbesar di Indonesia.
“Kemarin bersama Pemkot Probolinggo untuk komoditas bawang, hari ini kita melangkah bersama Pemkab Blitar untuk komoditas telur ayam,” kata Dr Rizal Marsaoly, Sekda Kota Ternate sekaligus Ketua TPID Kota Ternate.









Komentar