“Kami tidak ingin tamu hanya datang, rapat, lalu pulang. Mereka harus merasakan, melihat, dan mencium Ternate. Dari bandara sampai ke benteng, dari kuliner sampai ke cengkih,” ujar Rizal.
Detil Penyambutan Dirancang Rizal: Dari Bandara ke Ornamen Kota
Arahan Rizal terlihat di setiap sudut kota:
1. Gerbang Kedatangan : Bekerja sama dengan Bandara Sultan Baabullah, panitia menyiapkan booth khusus dan lounge penyambutan. Tamu disambut dengan nuansa pusaka begitu turun dari pesawat.
2. Wajah Kota Baru: Stiker dan ornamen besar bertuliskan “Ternate Kota Rempah” dipasang di titik strategis. Tujuannya satu: mengunci identitas kota di benak para tamu.
3. Koordinasi Lintas OPD : “Guna memastikan penyambutan berjalan optimal, koordinasi lintas OPD terus dimaksimalkan,” kata Rizal. Mulai dari kebersihan, keamanan, hingga rute wisata sejarah, semua masuk dalam dashboard pengawasan Sekda.
Langkah ini membuahkan hasil. Rombongan pertama Presidium JKPI bersama seniman sudah tiba dengan KM Sinabung. Sementara gelombang besar para kepala daerah dijadwalkan masuk mulai 25 Agustus 2026.
Dampak Ekonomi: Hotel Penuh, UMKM Naik Jelas
Peran Rizal sebagai ketua panitia juga diuji pada sisi ekonomi. Hasilnya: okupansi hotel sudah full booked selama 5-6 hari.
Data panitia mencatat 868 peserta telah konfirmasi hadir dan diprediksi tembus lebih dari 1.000 orang.












Komentar