“Ini bukan hanya angka. Ini adalah 1.000 peluang bagi pedagang pasar, perajin cenderamata, pelaku kuliner, hingga tukang ojek untuk naik kelas,” jelas Rizal.
Ia sengaja mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam setiap rangkaian acara, mulai dari cenderamata khas rempah hingga sajian kuliner Ternate dalam gala dinner.
Visi Besar: Mengembalikan Narasi Ternate
Bagi Rizal, JKPI adalah rumah yang tepat. Karena JKPI adalah jaringan kota-kota yang menjaga warisan. Dan Ternate, katanya, adalah salah satu kota dengan warisan paling kaya di Nusantara.
Rakernas ini, menurutnya, adalah cara mengembalikan narasi bahwa Ternate bukan hanya kota transit. Ternate adalah pusat peradaban rempah dunia, kota yang pernah menjadi poros perdagangan global.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimis Rakernas ini sukses digelar dan menjadi mesin penggerak roda ekonomi lokal. Tapi yang lebih penting, Ternate kembali ditegaskan sebagai Kota Rempah di mata Indonesia,” pungkasnya.
Ternate siap. 26-30 Agustus 2026. Di bawah komando Rizal Marsaoly, Kota Rempah menyambut Indonesia.








Komentar