TERNATE, 14 Juli 2026 — Isu reshuffle kabinet Sherly-Sarbin memanas. Dua kursi strategis di Pemprov Maluku Utara dikabarkan bakal digoyang: Kepala BPKAD* dan Kepala BAPEDA.Yang paling mengejutkan, Ahmad Purbaya disebut akan digantikan Suryani Antarani, Sekretaris Dinas BPKAD. Sementara Sarmin Adam di BAPEDA juga disebut akan dicopot.
Selanjutnya kemana Ahmad Purbaya akan berlabuh belum jelas apakah dimutasikan ke dinas atau badan lain dilingkup Pemprov malut atau non Job, belum ada keterangan resmi Pemprov Maluku Utara.
Namun sorotan publik justru tertuju pada Suryani. Pasalnya, namanya terseret dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK dengan dugaan kerugian negara Rp2,8 miliar.
“Jabatan Penguasa Uang Rakyat,Harusnya Orang Bersih”
Bagi publik dan pengamat, BPKAD adalah jantung keuangan daerah.Pemegang kunci APBD Malut yang nilainya triliunan.
“Jabatan kepala BPKAD merupakan penguasa keuangan daerah yang membutuhkan sosok bersih dan berintegritas. Gubernur diharapkan menempatkan sosok bersih,”ujar pengamat Politik dan Pemerintahan inisial MA ini.
“Tapi nama Suryani justru muncul di LHP BPK Nomor 20.B/LHP/XIX.TER/05/2025 tanggal 26 Mei 2025”ungkap dia berdasarkan data LHP BPK.
Ia mengungkapkan, BPK menemukan belasan nota belanja palsu dan tidak sah senilai Rp2,8 miliar saat Suryani menjabat di BPKAD Kabupaten Pulau Morotai.














Komentar