“Gubernur Sherly Tjoanda nampaknya bermain-main dengan amanat rakyat tentang pemerintahan yang bersih dan meritokrasi,”kecam dia.
Ia curiga ada unsur KKN dalam keputusan ini. “Tidak mempertimbangkan azas penyelenggaraan pemerintahan daerah,”lanjutnya.
BAPEDA Juga Digoyang, Pengganti Masih Misteri
Selain BPKAD, posisi Kepala BAPEDA Provinsi Malut, Sarmin Adam juga disebut akan dicopot. Namun hingga kini siapa penggantinya masih jadi misteri.
Isu reshuffle ini muncul di tengah kritik publik terhadap Pemprov terkait keterlambatan DBH, gaji PPPK, dan dugaan monopoli proyek.
Publik kini menunggu: Apakah Gubernur Sherly benar-benar akan menempatkan pejabat yang terseret temuan BPK di posisi paling rawan keuangan daerah?
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang dikomfirmasikan dengan pres release ini tak menanggapinya***









Komentar