oleh

LATAMLA DESAK HENTIKAN PEMBAHASAN AMDAL PT FENI HALTIM, DIDUGA KUAT BEROPERASI TANPA DOKUMEN LINGKUNGAN

-HEADLINE-2641 Dilihat

JAKARTA, 3 Agustus 2026 — Lembaga Advokasi Tambang dan Laut atau LATAMLA mendesak aparat penegak hukum segera memeriksa PT Feni Haltim. Perusahaan anak PT Antam Tbk itu diduga kuat beroperasi tanpa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL di Desa Buli, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Desakan itu disampaikan LATAMLA dalam siaran pers Nomor 020.D.300-LATAMLA.08.2026 yang diterima redaksi, Minggu (3/8/2026).

Baca Juga  Diduga IUP PT.KW di Pulau Gebe Dialihkan Ke Investor Lain, Malut Institute: Gubernur Sherly Lanjutkan Pelanggaran Undang-Undang

LINDI LUMPUR MASUK SUNGAI KUKUBA

PT Feni Haltim bergerak di bidang pengolahan nikel, feronikel, dan kawasan industri terintegrasi. Perusahaan ini didirikan 24 Mei 2011 dan menjadi bagian dari proyek hilirisasi ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Dalam aktivitasnya, LATAMLA menyebut PT Feni Haltim telah merusak ekosistem Sungai Kukuba. Limpasan lumpur dan sedimen berbahaya masuk ke sungai hingga airnya keruh dan berwarna coklat pekat.

Baca Juga  HERAN! Kemiskinan Naik 3.040 Jiwa + Dilapor KPK, Kok Sherly Tjoanda Dapat Predikat "Gubernur Terbaik" dan Kepuasan 85%?

Saat diklarifikasi Pemda Halmahera Timur, manajemen perusahaan mengakui kejadian itu akibat rusaknya konstruksi tanggul atau cek dam. Perusahaan berjanji merevitalisasi sungai dan wilayah terdampak. Pemda juga menunjuk Dinas Lingkungan Hidup sebagai pengawas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *