oleh

“Dana Nganggur Rp1,2 Triliun, Tapi Drama Gub Sherly di Senayan”, Pengamat: Ini Bukan Soal Tidak Ada Uang, Tapi Soal Prioritas dan Etika Pemerintahan

-HEADLINE-380 Dilihat

TERNATE, 30 Juni 2026 — Di tengah sorotan publik terhadap efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Maluku Utara justru terseret dalam perdebatan nasional.Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara baru-baru ini tampil di Gedung DPR RI dan menyuarakan narasi “daerah tidak punya uang” akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

Namun data di daerah menunjukkan kontradiksi yang tajam.

Baca Juga  Politisi Senior Desak DPRD Malut Tolak Proposal Pinjaman 1 T” - AR Fabanyo : Tidak Sistematis, Politis, Merugikan Malut dan Mengganggu Stabilitas Fiskal

Fakta di Rekening: Rp1,2 Triliun Mengendap
Berdasarkan catatan APBD dan data transfer, terdapat dua pos besar dana yang belum dibelanjakan Pemprov Malut:

1. SiLPA 2025: Rp881 Miliar.
Sisa Lebih Penggunaan Anggaran tahun sebelumnya yang seharusnya menjadi modal belanja awal 2026.
2.Transfer Pusat Mengendap: Rp336 Miliar.Dana yang sudah ditransfer pemerintah pusat ke rekening Pemprov tetapi belum digunakan.

Baca Juga  “Hendak Cari Selamat, Klarifikasi Wagub Sarbin Sehe Soal MTQ Basement Justru Tuai Polemik Baru”

Total: Rp1,2 Triliun* dana publik menganggur di rekening daerah.

Padahal, sejumlah kewajiban mendesak belum diselesaikan. Di antaranya: pelunasan utang Dana Bagi Hasil [DBH] ke kabupaten/kota* dan *pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK].

Kritik Akademisi: “Ini Model Pemerintahan Saling Menjatuhkan”

Muslim Arbi, Pengamat Politik, menilai gaya komunikasi gubernur di forum DPR RI tidak sehat untuk relasi pusat-daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *