oleh

6 Buah Buku, 66 Tahun Bambang Isti Nugroho Seperti Energi Pembangkit Etos Perlawanan Yang Enggan Menyerah — Oleh Jacob Ereste


 

Penyair, aktivis pergerakan Bambang Isti Nugroho tak hanya mampu mengurai ekspresi dan pikiran kepenyairannya sebagai aktivis pergerakan tapi juga mampu menulis sejumlah buku sekaligus melaunching karya tulisnya itu dalam wujud 6 buah buku, dan dalam usia 66 tahun, ia memiliki daya magnit untuk mengumpulkan sejumlah seniman dan aktivis pergerakan dalam siluet reuni yang sangat langka terjadi yang dibalut dalam satu tema “Persahabatan Demokrasi Tanpa Henti”.

Baca Juga  BENDERA DAN STADION - Ketika Panji Allah Menyatu dengan Panji Singa-Matahari

Sejumlah tokoh yang mampu dia hadirkan, mulai dari Hariman Siregar, Burzah Syarnubi, Sri Eko Sriyanto Galgendu, Herdi Syahrazad, Iwan Sumule, Yoserizal Manua, Eko Sulys hingga budayawan Indra Tranggono, serta sejumlah seniman dari berbagai daerah tumpah ruah di Gedung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 30 Juli 2026.

Kesaksian Hariman Siregar, sosok Bambang Isti Nugroho adalah sosok aktivis yang tangguh dan konsisten. Setidaknya, sejak reformasi tahun 1998, Bambang Isti Nugroho bergabung dengan InDemo yang menjadi gudang sekaligus markas aktivis dan mahasiswa di Jakarta.

Baca Juga  CATATAN BUNG USSER ! FINAL PIALA DUNIA 2026: FINAL YANG MENGECEWAKAN — ARGENTINA TAMPIL BAK TIM DEBUTAN

Testimoni Burzah Syarnubi yang sangat mengagumi tokoh yang gigih melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan seperti yang dilakukan Bambang Isti Nugroho. Ada juga testimoni dari kawan terdekat Bambang Isti Nugroho sejak masa remaja hingga sekarang, yaitu budayawan Indra Trenggono, penulis yang cukup produktif mengikuti perkembangan seni dan budaya dari sudut kota Yogya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *