oleh

Gubernur Sherly Tjoanda Simpan Anggaran Rp372,77 Miliar, Ekonom Desak Bayar Utang DBH ke Kabupaten/Kota

-HEADLINE-21 Dilihat

Saldo Kas Menumpuk di RKUD, Belanja Didominasi Barang-Jasa & Seremoni, Ekonomi Daerah Jalan di Tempat

*TERNATE* – Pemprov Maluku Utara menutup Semester I 2026 dengan saldo kas menganggur. Data realisasi belanja sampai Juni 2026 menunjukkan Pemprov baru membelanjakan Rp891,12 miliar dari total pendapatan Rp1,27 triliun. Artinya, ada Rp372,77 miliar “parkir” di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov.

Baca Juga  Ketua Buruh Malut Kecewa: “Sherly di May Day IWIP Cuma Seremonial” : Aktivis Kritik Shery Lebih Pro Kapitalisme

Angka itu diungkap ekonom Universitas Khairun Ternate Mukhtar Adam. Ia menilai kondisi ini kontradiktif di tengah seruan efisiensi dan kebutuhan pembangunan di kabupaten/kota.

“Saldo Rp372,77 miliar itu sebenarnya bisa digunakan untuk pembayaran Gaji 13 dan PPPK. Tapi lihat pola belanjanya: Pemprov lebih banyak alokasikan untuk belanja barang dan jasa, termasuk perjalanan dinas pejabat dan kegiatan seremonial yang serapan anggarannya relatif besar, diikuti pos hibah,” ujar Mukhtar Adam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *