TERNATE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi andalan Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadi mesin baru penggerak ekonomi petani. Di Maluku Utara, peluang itu justru terbuang.
Ekonom Universitas Khairun, Dr. Mukhtar Adam, menyebut dana ratusan miliar rupiah untuk pengadaan beras, telur, daging ayam, sayur, dan rempah MBG malah mengalir ke Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
“Kebutuhan beras, telur, daging ayam, tomat, rica disuplai dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,” ujar Mukhtar di Ternate, Jumat 6 Juni 2026. “Ini kegagalan Pemda Malut menyiapkan petani, nelayan, dan peternak lokal.”
Menurut Mukhtar, MBG dirancang bukan hanya untuk meningkatkan gizi siswa, ibu hamil, dan menyusui, tetapi juga menyerap produk pertanian, peternakan, dan perikanan hingga ratusan miliar rupiah per tahun. Ketika rantai pasok diambil dari luar daerah, efek berganda yang diharapkan dari program nasional itu hilang.
Kebijakan Daerah Tak Sejalan
Founder lembaga Nirlaba Kampoeng Malanesia SIDEGon ini menyoroti kebijakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang fokus pada rehab rumah dan dapur, alih-alih membangun kapasitas produksi pangan lokal.









Komentar