oleh

Meritokrasi Ala Gubernur Sherly Dikritik “AMATIRAN”.Di Dinas Pertanian Dari Anwar ke Anwar Masih PLT

-HEADLINE-1452 Dilihat

JAKARTA – Tata kelola pemerintahan Provinsi Maluku Utara berbasis meritokrasi yang digembar-gemborkan Gubernur Sherly Tjoanda tengah dihujani kritik tajam. Alih-alih melahirkan birokrasi yang siap mengisi jabatan definitif, sistem manajemen talenta yang dibanggakan itu justru dinilai “amatiran” karena tumpukan pejabat Pelaksana Tugas (PLT) di sejumlah OPD strategis belum terurai.

Kritik paling keras datang dari Muslim Arbi, Pemgamat politik dan hukum yang juga Direktur Gerakan Perubahan Indonesia. Dia menyoroti estafet PLT ke PLT seperti di Dinas Pertanian yang berganti dari Anwar Husen ke Anwar M. Nur dan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga  POSTINGAN AR FABANYO KRITIK PINJAMAN RP1 TRILIUN GUBERNUR SHERLY VIRAL, NETIZEN PRO-KONTRA

”Gubernur mengelola pemerintahan seperti amatiran, Kalau jadi Gubernur bisanya hanya angkat PLT itu siapa saja bisa” ujar Muslim Arbi tegas.

“Kalau manajemen talenta mestinya SDM birokrasinya sudah siap, fix, untuk menempati jabatan definitif di setiap dinas. Yang terjadi dari Anwar ke Anwar masih PLT, bisa apa?” sindir Muslim, Selasa 4 Juni 2025.

Baca Juga  LATAMLA DESAK HENTIKAN PEMBAHASAN AMDAL PT FENI HALTIM, DIDUGA KUAT BEROPERASI TANPA DOKUMEN LINGKUNGAN

Menurutnya, status PLT sangat lemah dalam menggenjot kinerja dinas teknis seperti pertanian dan perikanan.Pentolan gerakan ini menyesalkan Gubernur Sherly seperti membuang peluang karena tidak menyiapkan pemerintah daerah Malut dengan baik dan matang.Padahal peluang dan tantangan didepan harus disikapi dengan kapasitas pemerintah daerah yang mumpuni guna mampu merespon dinamika yang berkembang.

Baca Juga  GALAK Resmi Laporkan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ke KPK

”PLT itu kebijakan keuangan saja tidak bisa bagaimana Sherly main ganti PLT ke  PLT baru menuntut kinerja maksimal”tukas dia

Muslim Arbi menambahkan,  status PLT dengan ruang fiskal minim membuat kepala dinas sulit memenuhi ekspektasi Gubernur. “Istilahnya, dari Anwar ke Anwar, cuma PLT dan minimnya anggaran, mereka bisa apa?” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *