Dalam versi sejarah yang beragam, peristiwa penyembelihan terhadap Ismail yang kemudian diganti oleh Allah SWT dengan seekor kambing, ketika itu ada yang percaya bila Ismail telah menyandang predikat Nabi. Tapi dalan versi yang lain, peristiwa yang diperkirakan terjadi saat Ismail masih berusia dibawah umur itu — sekitar 7 – 10 tahun itu, belum menjadi Nabi. Namun toh, status Nabi dan belum menjadi Nabi ini sosok seorang Ismail tetap saja menegang peran utama dalam peristiwa Idhul Qurban yang terus diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia sampai sekarang. Bahkan, perayaan hari Raya Idhul Adha bagi sebagian umat Islam — setidaknya di kampung saya — justru dianggap lebih sakral dan lebih pantas untuk dirayakan lebih semarak dan meriah. Sehingga istilah hari raya “Besar” acap menjadi sebutan bagi mereka yang menganggap hari raya Idhul Adha lebih sakral.
Peristiwa dramatis dan bernilai sejarah besar bagi umat Islam yang diperankan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ini terjadi di Mina, dekat kota Mekkah, Arab Saudi yang kini lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Jamarat — tempat pelemparan jumrah (batu) — saat menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari raya Idhul Adha, atau lebaran haji. Jadi betapa besarnya peran Nabi Ismail yang bersedia untuk disembelih itu — yang kemudian — menjadi simbolik keikhlasan pengorbanan bagi seorang manusia terhadap keyakinan yang teguh dari Nabi Ismail AS untuk dijadikan korban bagi ayahnya sendiri, yaitu Nabi Ibrahim AS.
Artinya dalam kisah yang sungguh sangat dramatik ini, dua sosok penting sebagai pemeran utamanya adalah Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS yang dilengkapi oleh Siti Sarah dan Siti Hajar yang tidak besar keikhlasan dari pengorbanannya.
Hingga pada akhirnya, Nabi Ismail AS dianggap sebagai leluhur dari bangsa Arab, karena anak keturunannya kemudian menjadi Kepala Suku di Arab bagian Utara. Lalu pembangunan Ka’bah — yang kini menjadi kiblat bagi umat Islam sedunia — dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail yang menjadi pusat utama pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima bagi umat Islam.













Komentar