Dunia akan mengalami krisis. Dimulai dari krisis energi. Ketersediaan minyak terbatas. Jika pun ada, harganya selangit. Sejumlah pakar energi memprediksi, jika perang berlanjut, harga minyak mentah bisa tembus US $ 200 perbarel. Dari harga US $ 65 – 72 perbarel, naik ke harga US $ 115 saja, banyak negara babak belur. Segala jalur penghematan ditempuh. Peredaran BBM dibatasi, WFH diberlakukan, jam kerja dikurangi. Hampir setiap negara melakukan efisiensi. Banyak negara mengalami problem moneter dan inflasi. Belum lagi efek PHK akibat pabrik tak lagi bisa beroperasi. Keadaan ini akan mendorong naiknya jumlah pengangguran dan kemiskinan. Lalu, bagaimana jika harga minyak mentah melambung tinggi hingga US $ 200? Anda sulit membayangkan ekonomi dunia, khususnya Indonesia.
Jangan panik ! Tentu ini narasi yang harus terus diproduksi untuk meredam potensi gejolak. Negara harus membuat pernyataan seolah baik-baik saja kedepan. Harus ! Siapa tahu perang Iran vs Amerika segera selesai. Meski secra teoritis sulit diharapkan.
Jangan terjebak pada pertanyaan siapa yang akan menjadi pemenang dalam perang antara Iran vs Amerika? Gak penting untuk dijawab saat ini. Tunda dulu membahas siapa pemenangnya. Belum urgent untuk dikaji.
Yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana nasib Indonesia ketika perang Iran vs Amerika ini berlanjut. Sebab, sulit untuk mendukung analisis kalau perang bisa dihentikan dalam jangka pendek ini.
Selamat membayangkan Indonesia untuk hari-hari kedepan. Jawabannya ada di kepala anda semua.













Komentar